Apologize

Situasi pagi hari ini di SMA Altaire cukup ramai dibandingkan hari-hari lain. Ya, itu semua karena Kesha datang bersama kedua orang tuanya. Begitu rombongan keluarga Kesha tiba, mereka segera mengunjungi kepala sekolah sebelum kedua orang tua Kesha mengantarkan putrinya ke kelasnya.

Cecilia yang sudah kembali bersekolah terlihat duduk di mejanya, dengan kedua headset terpasang di telinganya serta novel di tangannya. Ia tidak peduli dengan keramaian di sekitarnya, tapi lama kelamaan semua orang seperti sedang menaruh perhatian padanya, membuat ia akhirnya melepas pandangannya dari novel yang sedang ia baca.

“Cecilia Daniela?” Ayah Kesha yang sudah berdiri di dekat meja Cecilia bertanya.

Sekilas, Cecilia melihat Kesha yang berdiri satu langkah di belakang ayahnya, kemudian ia mengangguk mengiyakan pertanyaan ayah Kesha. “Iya, Om.”

“Saya ayahnya Kesha, saya datang ke sini mengantarkan Kesha untuk minta maaf ke kamu atas apa yang terjadi beberapa hari lalu.”

Cecilia terperangah. Ia melepas headsetnya agar dapat mendengar lebih jelas kalimat yang diucapkan ayah Kesha padanya.

Ayah Kesha mundur selangkah, ia kemudian merangkul Kesha dan berbisik sebentar dengan putrinya sebelum membiarkan Kesha bicara langsung dengan Cecilia.

“Sorry, Cil, buat yang kemarin. Gue nggak bermaksud ngefitnah lo. Gue ngelakuin itu semua karena gue iri sama lo, maaf ya, Cil ...” Suara Kesha semakin melemah hingga akhirnya ia hanya menunduk lemas karena malu.

Cecilia bangkit berdiri, mendekati Kesha dan memegang kedua lengan perempuan itu. “Makasih, ya, Kesha, udah berani mengakui kesalahan lo. Jujur kalo ngikutin ego gue, gue masih sulit untuk maafin lo setelah lo mempermalukan gue di depan temen-temen satu SMA Altaire. Tapi, gue nggak mau ngikutin ego gue karena gue tau lo sebenarnya nggak seperti itu, kok.”

Kesha tidak dapat menahan air matanya, ia pun segera memeluk Cecilia dan menangis di dalam pelukan sahabatnya. “Maafin gue, ya, Cil ... Maaf ...”

Cecilia hanya mengangguk-angguk sambil menepuk-nepuk pelan punggung Kesha.

Setelah selesai menumpahkan rasa sesalnya, Kesha segera melepas pelukannya dari Cecilia dan kembali mundur selangkah. Posisinya kini digantikan kembali oleh ayahnya.

“Om dan Mamanya Kesha juga minta maaf ya, Nak, atas perbuatan dan juga perkataan Kesha yang kurang mengenakan di hati Cecilia,” ucap ayah Cecilia sambil mengulurkan tangannya.

Cecilia membalas uluran tangan itu sambil tersenyum lebar. “Iya, Om,” balasnya ramah.

Bel penanda jam pelajaran akan segera dimulai berbunyi. Orang tua Kesha dan Kesha segera berpamitan untuk meninggalkan kelas, membuat Cecilia mengerutkan dahinya karena bingung.

“Kesha, lo mau ke mana?” tanya Cecilia sambil memegang lengan Kesha.

Kesha tersenyum tipis sambil melepaskan tangannya dari genggaman Cecilia. “Gue hari ini bolos dulu, ya, Cil,” jawabnya pelan kemudian ia benar-benar pergi meninggalkan kelasnya dan Cecilia yang masih kebingungan.