D-Day

cw // animal death, blood, threatening

Sabtu sore itu seperti sabtu sore-sore sebelumnya, Kokas selalu ramai dengan pengunjungnya. Ada yang sekedar jalan-jalan santai, ada yang berkumpul dengan teman dan keluarga dan tidak sedikit juga yang datang untuk menyaksikan acara yang disuguhkan di atrium mal tersebut.

Tepat pukul 3 sore, MC acara launching produk terbaru dari BeauSkin naik ke atas panggung. Ia berbicara sepatah dua patah kata sebagai kata pembuka sebelum memanggil Olivia sebagai brand ambassador dan Lucas yang ikut hadir sebagai tamu dadakan sore itu.

Olivia dan Lucas berdiri di tengah panggung berdampingan dengan sedikit canggung, pasalnya sedari tadi saat mereka menunggu di backstage, mereka tidak mengobrol sepatah katapun. Lucas sibuk berbincang dengan Sheila yang dari awal Lucas datang sudah menempeli lelaki itu sementara Darren yang pamit membeli minuman tidak kunjung datang hingga waktunya Olivia naik ke atas panggung, membuat Olivia kesal sendirian selama di backstage.

“Bagi teman-teman yang mungkin bingung, kok tiba-tiba ada cowok ganteng sih disini, nih aku kasih tau ya,” kata MC cowok yang kali ini berdiri diantara Lucas dan Olivia, “Jadi, pre-order produk BeauSkin tuh mendadak naik dua kali lipat karena Lucas kemarin nge-post di Instagramnya! Bener gitu kan ya, Lucas?” kali ini sang MC menyodorkan microphone nya ke arah Lucas.

“Katanya sih iya, hehe...” jawab Lucas gugup. Dari atas lantai 1 Hendery, Dejun, Winwin serta Kalina melihat bagaimana gugupnya Lucas di panggung hanya bisa terkekeh.

“Nah, karena itu kita mau ngobrol-ngobrol lebih jauh lagi nih sama Lucas dan juga Olivia seputar skin care routine yang mereka lakuin sehari-hari di rumah. Yuk kita duduk disini,” kemudian sang MC meminta Lucas dan Olivia untuk duduk di bangku yang telah disiapkan untuk sesi wawancara.

Sesi wawancara itu berlangsung cepat, kurang lebih 20 menit, lalu disambung dengan games untuk penonton yang hadir sebelum akhirnya masuk ke puncak acara yaitu sesi fansign, dimana mereka yang memesan produk terbaru BeauSkin pada masa pre-order pertama namanya diundi dan 10 nama yang terpilihlah yang bisa memenangkan acara fansign sore itu.

Kini Lucas dan Olivia sudah duduk berdampingan di kursi dengan meja dihadapan mereka, siap untuk membagikan tanda tangan mereka secara cuma-cuma sebagai bentuk apresiasi untuk customer BeauSkin yang terpilih.

Sesi fansign berlangsung dengan tertib. Yang terpilih untuk fansign dengan kompak membawa bingkisan kecil untuk Lucas dan juga Olivia. Mereka juga diperbolehkan untuk mengambil selfie bersama Lucas dan Olivia.

“Nah, sebelum kita tutup acara hari ini, aku mau nih Olivia sama Lucas pilih salah satu kado yang tadi dikasih sama pemenang fansign trus kita sama-sama unboxing disini,” kata sang MC sambil mempersilahkan Olivia dan Lucas untuk memilih secara random kotak-kotak kado yang tadi mereka terima dalam sesi fansign.

“Oke, kita mulai dari Lucas dulu ya,” ucap sang MC lalu Lucas membuka kotak kado yang ia pilih dan terdapat beberapa pasang kaos kaki.

“Terima kasih ya,” ujar Lucas saat MC mengarahkan mic nya ke mulut Lucas, sambil ia mengangkat kaos kaki yang ia terima dengan wajah sumringah.

“Gantian yuk sekarang Olivia,” ucap sang MC dan tanpa ragu Olivia langsung membuka kotak kadonya.

“Arrrgh!”

Semua yang berdiri di atas panggung refleks mundur selangkah saat Olivia membuka kotaknya dan menjatuhkannya.

Kotak Olivia berisikan seekor bangkai tikus besar yang disertai dengan sebuah kertas besar berisikan ”Olivia, you should die” yang ditulis dengan darah dari tikus mati itu.

Seketika acara launching produk skin care itu langsung berubah mencekam. Para penonton di barisan depan langsung bubar tidak beraturan sementara yang dibarisan belakang berusaha mencari tau apa yang terjadi di panggung. Hendery, Dejun, Winwin dan Kalina yang menonton dari lantai satu pun segera turun menyusuli Lucas dan Olivia.

Dengan cepat MC segera memanggil petugas keamanan untuk mengambil kotak milik Olivia dan menyingkirkannya darisitu, sementara Lucas langsung menghampiri Olivia dan merangkul tubuh mungil perempuan itu, mengajaknya turun panggung.

Sampai di backstage, Lucas memberikan sebotol air putih kepada Olivia tapi perempuan masih gemetaran cukup hebat sehingga Lucas tidak melepas rangkulannya sedetikpun.

“C-cas... Gue takut...” ucap Olivia pelan. Tersirat jelas ketakutan dari raut wajah dan nada bicara Olivia, “Nggak usah takut, ada gue. Gue akan mastiin lo ngga kenapa-napa dan gue akan cari tau siapa yang kirim kotak tadi,” balas Lucas berusaha menenangkan Olivia.

Olivia hanya mengangguk, sementara Lucas kini melepas jas yang ia kenakan dan menyampirkannya ke tubuh Olivia, “Bentar, gue tanya panitia dulu ya kita udah boleh balik apa belum.”

Secepat kilat Lucas mencari siapapun panitia yang bisa ia tanyai dan saat ia mendapatkan izin untuk pulang, ia langsung mengambil barang-barang milik Olivia dan mengajak perempuan itu pergi dari situ.