Encounter
Karena Winwin tidak bisa pergi, malam itu Ten duduk sendiri di bar Sky Lounge.
Ten memainkan gelas wine nya dengan pikirannya yang kosong. Pekerjaan hari itu cukup melelahkan tetapi ia tidak bisa langsung tidur begitu saja sehingga ia perlu segelas anggur merah untuk membantunya terlelap.
Tidak jauh dari tempat ia duduk, Ten melihat seorang perempuan yang menenggak vodka seperti meminum air putih.
“Saya takut deh cewek itu kenapa-napa.” bartender yang bekerja malam itu di bar mengajak Ten berbicara saat mata Ten memperhatikan perempuan itu.
“Emang udah berapa gelas?” tanya Ten penasaran. Perempuan tadi menenggak gelas terakhirnya lalu berjalan pergi meninggalkan kursinya.
“Lima, sama gelas terakhir tadi.”
Ten hanya membulatkan bibirnya tanda ia paham, lalu setelah itu ia kembali menikmati wine miliknya.
——
“Devan bego! Mana ada orang yang gak bisa pacaran? Lo pikir pacaran pake sekolah dulu? Pake les dulu?”
Jocelyn menendang-menendang bemper mobil HRV Hitam yang terparkir di parkiran basement Sky Lounge.
“Devan!!!” teriak Jocelyn meracau. Kali ini tidak hanya bemper mobil yang ia tendang, tapi tangannya mulai meninju kap mobil yang sama.
“Eh eh!! Mobil gue!!” teriak Ten dari jauh saat melihat mobil miliknya sedang ‘dipukuli’ oleh orang asing.
Jocelyn hendak meninju kembali kap mobil hitam itu tapi tangan Ten dengan cepat menghalaunya.
“Lo gila ya?!” bentak Ten. Kap mobilnya masih baik-baik saja tapi tidak dengan bemper mobilnya. Beberapa bagian terlihat sedikit penyok dan lecet akibat heels yang dikenakan Jocelyn.
“Heh! Devan! Gue tanya sama lo, emang lo jago pacaran, hah? Belajar dimana? Les dimana?? Cepet kasih tau gue!!!”
Ten memalingkan wajahnya saat Jocelyn meracau dihadapannya. Perempuan itu meraih kerah baju Ten dan Ten pun berusaha menghindar, akan tetapi sedetik kemudian Jocelyn ambruk. Buru-buru Ten menangkap perempuan itu sebelum ia jatuh ke aspal.
“Eh? Bangun, mbak? Mobil gue ini lo ancurin?!”
Tidak ada tanda-tanda Jocelyn akan bangun karena tubuhnya terkulai lemas dan terasa semakin berat.
“Mbak?! Seriously abis ngerusak mobil orang terus sekarang lo seenaknya terkapar begini?!”
Tidak ada jawaban dari Jocelyn memaksa Ten untuk mengambil keputusan final; membawa perempuan ini pulang ke apartemennya.