Ibu Negara
Dengan setengah berlari akhirnya Lucas berhasil menemui Olivia yang sedang menikmati Peach Green Tea favoritnya.
“Sorry, Liv. Jalanan macet banget,” kata Lucas begitu ia tiba di hadapan Olivia. Olivia hanya mendelik lalu ia mendorong pelan koper besarnya ke arah Lucas dan bangkit dari duduknya.
“Parkir dimana? Jauh nggak?” tanya Olivia ketus.
“Nggak, deket kok.”
Kemudian tanpa berkata apa-apa lagi Olivia segera berjalan dengan Lucas membuntuti dibelakangnya seraya menyeret koper besar milik Olivia.
*
Sepanjang perjalanan dari airport menuju rumah Olivia, perempuan itu memilih untuk diam. Ia menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata sementara Lucas fokus menyetir.
“Liv, udah makan?”
Olivia tidak menjawab Lucas tapi bagi Lucas itu adalah sebuah jawaban yang berarti sudah.
“Gimana Surabaya? Lancar kan syutingnya?”
“Panas. Lancar.”
Lucas tersenyum mendengar jawaban Olivia, “Sekali lagi maaf ya, gue jemputnya telat. Jangan ngambek lagi ya?”
Olivia memutar bola matanya lalu membalas Lucas, “Iya.”
Walaupun Lucas dan Olivia hanya setengah hati menjalani hubungan mereka karena perjodohan yang diatur kedua orang tua mereka, tapi setiap Lucas melakukan kesalahan lelaki itu selalu terdengar manis dan tulus saat meminta maaf dan somehow hal itu membuat Olivia jadi nggak enak sendiri dengan lelaki jangkung itu.
“Besok ada acara gak?” Lucas bicara lagi saat mobilnya mulai memasuki daerah rumah Olivia.
“Nggak, lusa kayaknya ada. Nanti gue chat.”
“Oke, besok gue mau pergi sama temen ya,” pamit Lucas.
“Siapa?” tanya Olivia tapi sedetik kemudian ia menyesal bertanya karena Lucas kembali tersenyum, “Emang lo kenal?” ledek Lucas bertanya.
“Nggak. Bodo amat sih mau ketemu siapa juga,” balas Olivia acuh lalu ia turun dari mobil Lucas karena mereka sudah sampai di rumahnya.
Lucas ikut turun dari mobil, membantu Olivia membawa koper besar milik perempuan itu hingga depan pintu lalu ia berpamitan, “Gue balik dulu ya. Kalo ada apa-apa chat aja.”
“Iya,” balas Olivia pendek lalu ia langsung masuk ke dalam rumah sambil mendorong kopernya.
“Ibu Negara, lucu banget sih lo,” gumam Lucas sendiri dari dalam mobilnya saat melihat Olivia yang agak kerepotan mendorong kopernya, lalu Lucas pergi setelah memastikan perempuan itu sudah benar-benar masuk ke dalam rumah.