Spotlight
“Kak Win?”
Cecilia yang baru saja keluar dari pintu rumahnya, buru-buru menghampiri Winwin yang tengah bersandar di mobil Lamborghini Aventador warna merah miliknya.
Mendengar suara Cecilia, Winwin menoleh dan tersenyum lebar sambil mengangkat tangannya.
“Hai, Cil,” sapanya ramah. Ia juga menghampiri Cecilia, keduanya bertemu di depan pintu pagar rumah Cecilia.
“Gue pamitan dulu ke bokap nyokap lo, ya?”
Cecilia menggeleng cepat. “Nggak usah, Kak. Mama papa udah tau aku pergi sama siapa, dan kebetulan mereka juga udah kenal Kakak siapa, jadi mereka udah tenang.”
“Beneran, nih?” tanya Winwin meyakinkan dan kali ini Cecilia mengangguk.
“Beneran,” balas perempuan itu singkat.
“Yaudah, yuk, berangkat!” ajak Winwin lalu ia buru-buru membukakan kursi pintu penumpang mobilnya untuk Cecilia.
“Cil?” panggil Winwin, menyadari perempuan mungil itu masih terpaku berdiri di tempatnya. Mulutnya sedikit menganga, tidak menyangka ia akan menumpangi salah satu mobil yang hanya tersedia 600 unit di seluruh dunia.
“Cecil? Ayo?”
“Eh, iya, Kak.” Tersadar dari lamunannya, ia segera menaiki mobil Winwin. Melihat tingkah lucu Cecilia, Winwin tidak kuasa untuk menahan senyum bahagianya.
***
Tiba di Golden Pavillon Kemang, Winwin dan Cecilia langsung menjadi pusat perhatian. Yang pertama, tentu saja karena mobil yang dikendarai Winwin. Yang kedua, karena tidak ada satupun yang menyangka Winwin akan hadir di acara makan malam ulang tahun Kesha bersama Cecilia.
“Oh, jadi bareng sama Cecil?” tanya Kesha dengan nada bicara sedikit jutek saat menyambut kedatangan Winwin dan Cecilia.
Winwin mengangguk senang. “Bukan stranger, kan?” tanya Winwin sedikit meledek, membuat Kesha memutar bola matanya dengan perasaan tidak suka.
“Happy birthday, ya, Kesha,” ucap Cecilia untuk kesekian kalinya di hari itu. “Kadonya nyusul, ya,” sambungnya lagi.
Kesha hanya tersenyum seadanya. “Thanks, ya. Kalo gitu pilih deh, mau duduk di mana.”
Winwin dan Cecilia mengangguk kompak, lalu Winwin segera menoleh ke arah Cecilia yang sedang celingukan mencari kursi kosong.
“Cil, lo jangan kemana-mana. Bareng sama gue aja,” ucap Winwin, tangannya menggandeng tangan Cecilia dan segera mengajak perempuan itu untuk menghampiri Traven dan Yeremia yang sudah datang terlebih dahulu dan sedang duduk di salah satu meja bundar yang tersedia.
“Hai, Cecil!” sapa Yeremia ramah.
Cecilia tersenyum lebar. “Hai, Yere. Hai juga, Kak Traven.”
Traven hanya mengangguk membalas sapaan Cecilia.
“Nih, gue gak pelit kayak lo, ya. Gue sisain dua kursi khusus buat lo berdua,” ucap Traven setengah menyindir.
“Lo sediain atau engga, ujung-ujungnya yang duduk di sini tetep gue sama Cecil. Lo pikir mereka-mereka berani duduk sama lo berdua?”
Arah mata Winwin lamgsung memperhatikan orang-orang yang ia maksud sebagai “mereka-mereka”; gerombolan teman-teman seangkatan Kesha yang diundang malam itu. Gerombolan yang sedari tadi diam-diam membicarakan dan memperhatikan Winwin cs segera mengalihkan perhatian mereka ke arah lain saat menyadari Winwin sedang menatap ke arah mereka.
“Bokap nyokap di mana?” tanya Winwin lagi.
“Tuh, di sana,” jawab Yeremia sambil menunjuk sekumpulan meja bundar di sudut ruangan yang lain, yang sengaja di siapkan untuk kolega dan kerabat orang tua Kesha.
Acara makan malam ulang tahun Kesha segera dimulai. Diawali dengan doa yang dipimpin oleh Papa Kesha, lalu acara tiup lilin, potong kue dan sampai ke puncak acara, yaitu makan malam.
Menu makan malam yang disajikan beragam, mulai dari appetizer, main course sampai dessert. Sepanjang acara berlangsung, terdengar gelak tawa ataupun obrolan ramai dari tiap-tiap meja.
Walaupun acara berjalan dengan lancar, tapi hati sang pemilik hari besarnya itu terasa resah. Tanpa disadari oleh siapapun yang hadir di Golden Pavillon Kemang malam itu, selama acara berlangsung, Kesha tidak dapat melepas perhatiannya dari Winwin dan Cecilia yang terlihat akrab sekali malam itu.
Raut wajah kesalnya masih mampu ia sembunyikan dibalik senyum yang ia pasang sepanjang malam itu, tapi hatinya tidak dapat berhenti membatin,
“Cecilia, how dare you steal my spotlight tonight?!”